05428192
IQPlus, (24/2) - Perbankan mendata banyak pedagang makanan dan minuman yang mulai beralih menggunakan layanan QRIS untuk kegiatan transaksi secara non tunai yang jumlahnya mencapai dua kali lipat.
VP Pengembangan Solusi Kerja Sama & Transaksi Perbankan BCA Liyanni Lie di Tangerang, Banten, Jumat mengatakan jumlah merchant BCA yang terdata saat ini ada 275 ribu dan 60 persennya adalah UMKM jenis makan dan minum.
"Kami mencatat ada kenaikan dua kali lipat, khususnya sektor UMKM makan dan minum yang menggunakan QRIS, karena transaksi yang mudah, praktis dan terhindar dari uang palsu," kata Liyanni Lie dalam acara di ICE BSD Tangerang.
Ia mengatakan pasca pandemi, penggunaan QRIS untuk transaksi terus meningkat hingga kini bahkan sampai ke pelosok daerah. Hal ini juga seiring dengan peningkatan orang menggunakan telpon genggam.
Penggunaan QRIS, kata Liyanni, selain lebih cepat dan praktis, para pedagang juga bisa menghindari kesalahan dalam penghitungan. "Apalagi kalau sudah banyak pembeli, takut ada kesalahan transaksi. Tetapi dengan QRIS bisa lebih mudah," ujarnya.
Oleh karena itu BCA terus melakukan terobosan dalam penggunaan sistem QRIS termasuk kemudahan bagi merchant dalam melakukan pendaftaran dan memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC).
"Untuk bisa memiliki QRIS, bisa kita proses selama satu hari. Sedangkan pengiriman EDC bisa dilakukan dalam dua hari. Kita juga memantau ketika ada kendala dalam proses transaksi dengan petugas siaga 24 jam," ujarnya. (end/ant)