BCA RESPONS SOAL PEMANGKASAN SUKU BUNGA THE FED 25 BPS

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Nov 2024

31726833

IQPlus, (13/11) - PT Bank Central Asia (Tbk) atau BCA menyampaikan, pemangkasan suku bunga bank sentral AS atau The Fed tidak akan secara langsung diikuti oleh penurunan bunga kredit Perseroan.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menilai, dibutuhkan masa transisi bagi perusahaan untuk menyesuaikan kebijakan bunga kredit dengan suku buga acuan The Fed.

"Tentunya kita melihat sebagai perbankan, tentu tidak serta-merta langsung, akan butuh waktu transisi dulu, berapa lama, tapi sebenarnya di BCA sendiri kita juga sudah memberikan bunga yang rendah," kata Hera usai menghadiri acara Indonesia Knowledge Forum XIII - 2024 di Jakarta, Selasa.

Sebagai informasi, The Fed telah memangkas suku bunga acuanya (Fed Fund Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50-4,75 persen.

Menanggapi hal itu, Hera menuturkan bahwa BCA saat ini masih mempunyai likuiditas yang cukup untuk memberikan suku bunga rendah kepada nasabah.

"Alhamdulillah kita punya likuiditas yang mumpuni untuk melakukan itu. Jadi untuk debitur-debitur kita yang memang sudah sesuai dengan profiling yang kita berikan pembiayaan, maka akan diberikan bunga yang sangat menggoda. Terbukti seperti ekspor terakhir itu kita pernah memberikan bunga terendah sepanjang sejarah, 1,45 persen," ujarnya.

Hera mengungkapkan, saat ini kondisi likuiditas BCA masih sangat solid. Hal ini terbukti dengan rasio Loan to Deposit (LDR) yang mencapai 75 persen hingga kuartal III 2024.

Hal ini menurutnya mencerminkan kinerja BCA yang akan menyalurkan kredit secara prudent ke depannya.

"Institusi perbankan tentu kita harus comply, tentu kita juga harus prudent untuk menyalurkan kredit, dan kalau dibilang terlalu berhati-hati, kami pikir kami justru sangat excited, kita lihat pertumbuhan kreditnya 14 persen lebih untuk pertumbuhan kredit lebih dari Rp800 triliun. Artinya juga kita melihat ekonomi ini termasuk kredit investasi, modal kerja juga sedang bertumbuh, jadi sebenarnya kami tetap menyalurkan dan kami terus mengadakan expo-expo," jelasnya. (end/ant)



Kembali ke Blog