BCA SEBUT EKONOMI RI BERPOTENSI TUMBUH 4,8-5 PERSEN PADA 2025

  • Info Pasar & Berita
  • 25 Feb 2025

05527919

IQPlus, (25/2) - Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumua memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh positif di kisaran 4,8 persen sampai dengan 5 persen meskipun masih menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.

Kebijakan pemerintah serta pertumbuhan populasi produktif dinilai akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Kebijakan dan program pemerintah dapat memberikan daya ungkit cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata David dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Sejumlah sektor seperti properti, transportasi, logistik, makanan, minuman, hingga kemasan diperkirakan akan terdorong oleh kebijakan pemerintah dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) berpotensi meningkatkan likuiditas di dalam negeri.

"Tentu yang berhubungan dengan properti, perumahan, ini kan banyak sekali subsektornya yang berkaitan dengan itu, diperkirakan bergerak positif. Kemudian ada sektor makanan dan minuman serta subsektor turunannya, termasuk sektor transportasi, logistik, packaging, kemasan itu juga akan terpengaruh positif," ujarnya.

Menurut dia, karakteristik ekonomi Indonesia yang berbasis konsumsi (consumer-driven economy) akan mendapat dorongan dari meningkatnya jumlah penduduk produktif yang rata-rata tumbuh 3 persen per tahun.

"[Sektor] yang kaitannya dengan consumer-driven sector masih akan bagus. Tapi memang akselerasinya ini perlu katalis baru kalau ingin mendorong daya beli masyarakat lebih kuat. Kuncinya adalah FDI masuk ke sektor-sektor yang banyak menyerap tenaga kerja terutama manufaktur. Kalau bisa masuk ke situ tentunya daya beli masyarakat akan lebih kuat lagi," terangnya. (end/ant)



Kembali ke Blog