06032022
IQPlus, (1/3) - Pemerintahan Presiden Joe Biden meluncurkan perintah eksekutif yang bertujuan melindungi data pribadi Amerika Serikat (AS) dengan membatasi transfernya ke Tiongkok, Rusia, dan negara-negara lain. Hal itu dikatakan oleh pejabat senior AS, mengutip kekhawatiran keamanan nasional.
"Perintah tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, akan membatasi transfer besar-besaran informasi geolokasi, biometrik, kesehatan dan keuangan Amerika oleh pialang data dan pihak lain ke negara-negara yang menjadi perhatian tertentu," kata para pejabat, dikutip dari Reuters, Jumat, 1 Maret 2024.
Mereka menambahkan bahwa AS juga akan melarang transfer sejumlah besar data mengenai personel Pemerintah AS ke negara-negara tersebut, termasuk Iran, Korea Utara, Kuba, dan Venezuela.
"Tiongkok dan Rusia membeli data pribadi sensitif Amerika dari pialang data dan memanfaatkannya untuk terlibat dalam berbagai aktivitas jahat termasuk aktivitas jahat yang dimungkinkan oleh dunia maya, spionase, dan pemerasan," kata para pejabat tersebut.
"Membeli data melalui pialang data saat ini sah di Amerika Serikat. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan dalam perangkat keamanan nasional kita," tambah mereka, seraya mengatakan bahwa perintah yang dikeluarkan bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut.
Perintah tersebut merupakan upaya terbaru Washington untuk membendung aliran data Amerika ke Tiongkok, yang terjebak dalam perang dagang dan teknologi selama bertahun-tahun dengan Amerika Serikat.
Kongres AS sedang mempertimbangkan undang-undang yang melarang lembaga-lembaga federal melakukan kontrak dengan BGI Group Tiongkok dan Wuxi APPTEC, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah Tiongkok mengakses data genetik Amerika dan informasi kesehatan pribadi. (end/ba)