17325396
IQPlus, (23/6) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data pribadi, terutama kode One-Time Password (OTP), kepada siapa pun.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dala keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan pihak bank tidak pernah meminta informasi sensitif seperti OTP, PIN, maupun password melalui telepon, pesan singkat (SMS), atau media sosial.
"Kami tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data-data pribadi. Jika ada yang mengaku dari BNI dan meminta OTP atau informasi sensitif lainnya, segera verifikasi melalui saluran resmi BNI," ujar Okki.
Dia menambahkan, modus penipuan yang dihadapi masyarakat kini semakin beragam, mulai dari (SMS) palsu, akun media sosial tiruan, hingga call center fiktif.
Belakangan ini pelaku penipuan juga memanfaatkan teknologi fake BTS untuk mengirimkan SMS secara langsung ke ponsel korban dengan iming-iming hadiah atau promo palsu yang disertai tautan berbahaya.
"Penipu biasanya menyamar sebagai petugas bank, e-commerce, atau bahkan lembaga pemerintah. Mereka memanfaatkan data pribadi yang sudah mereka dapatkan untuk meyakinkan korban agar menyerahkan informasi penting," katanya lagi. (end/ant)