BNI SALURKAN KREDIT CONSUMER Rp132,7 TRILIUN PADA SEMESTER I 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Agt 2024

23531492

IQPlus, (23/8) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menyalurkan kredit untuk segmen consumer tumbuh 15,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp132,7 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

Menurut BNI, kontribusi kinerja kredit consumer tersebut terutama berasal dari pertumbuhan personal loan dan kredit pemilikan rumah (KPR) atau mortgage. Adapun pertumbuhan untuk payroll loan dan KPR yang masing-masing tercatat tumbuh 17 persen YoY dan 12,6 persen YoY.

"Saat ini kami memiliki posisi yang cukup kuat di industri, dimana untuk produk-produk utama seperti KPR, personal loan, dan kartu kredit, BNI menjadi top-3 dan top-4 di industri. Kami memiliki aspirasi untuk semakin memperkuat posisi kami di segmen ini, serta menjadikan produk layanan consumer kami sebagai salah satu pilihan utama masyarakat," kata Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies saat konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Melalui agenda transformasi, Corina mengatakan bahwa BNI melakukan penajaman fokus bisnis dan perbaikan proses bisnis yang memungkinkan segmen consumer menjadi pilar pertumbuhan kedua setelah korporasi.

Dia mencatat, segmen consumer telah tumbuh rata-rata 12 persen per tahun sejak 2020. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit secara total bankwide yang tumbuh sebesar rata-rata 8 persen per tahun sejak 2020.

Corina mengatakan, salah satu kunci pertumbuhan bisnis yang kuat di segmen consumer adalah optimalisasi bisnis dari ekosistem nasabah korporasi serta memperdalam bisnis dari kemitraan dengan top developer di Indonesia.

Pencapaian BNI untuk segmen consumer antara lain terefleksi dari meningkatnya ticket size kredit KPR BNI atau rata-rata nilai KPR per debitur sebesar 1,5 kali dari Rp558 juta pada tahun 2020 menjadi Rp782 juta pada Juni 2024.

"Peningkatan ini mengindikasikan bergesernya segmen nasabah KPR BNI menjadi lebih tinggi dengan kapasitas kredit dan repayment capacity yang lebih baik," ujar dia. (end/ant)



Kembali ke Blog