BOJ JAGA KEBIJAKAN TETAP LONGGAR MESKI ERA SUKU BUNGA NEGATIF BERAKHIR

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Feb 2024

04342977

IQPlus, (13/2) - Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda menyatakan kondisi keuangan di Jepang akan tetap mudah untuk saat ini, bahkan setelah bank sentral Jepang mengakhiri rezim suku bunga negatif terakhir di dunia. Sejauh ini BOJ terus menopang perekonomian agar bisa terus tumbuh di masa mendatang.

"Bahkan jika kita mengakhiri suku bunga minus, kondisi keuangan yang akomodatif kemungkinan terus berlanjut," kata Ueda saat menjawab pertanyaan di parlemen, dikutip dari The Business Times, Selasa, 13 Februari 2024.

Komentar Ueda adalah komentar terbaru dari pejabat bank yang meyakinkan pelaku pasar bahwa penghentian suku bunga negatif tidak akan berarti perubahan dalam sikap kebijakan dasar bank.

Deputi Gubernur BOJ Shinichi Uchida mengatakan sulit membayangkan BOJ menaikkan suku bunga kebijakannya terus-menerus dan cepat bahkan setelah rezim suku bunga di bawah nol berakhir. Dengan menekankan kesinambungan kebijakan moneter, para pejabat telah memperkuat pandangan umum bahwa kenaikan suku bunga pertama Jepang sejak 2007 sudah dekat.

Ueda menegaskan kembali pandangannya ketika sasaran inflasi yang stabil sudah terlihat, BOJ bakal mempertimbangkan apakah akan mengakhiri langkah stimulatif termasuk biaya pinjaman di bawah nol.

Sedangkan Dana Moneter Internasional (IMF) mengisyaratkan dukungan terhadap pendekatan hati-hati BOJ dan merekomendasikan dalam laporan konsultasi Pasal IV bahwa BOJ mengambil langkah bertahap untuk menaikkan suku bunga setelah inflasi dipastikan tahan lama.

"Ada risiko penurunan terhadap inflasi dan datanya beragam. Sangatlah penting bagi Bank of Japan untuk melakukan apa yang mereka lakukan, yaitu bergerak secara hati-hati dan mempertahankan kebijakan moneter yang sangat akomodatif," pungkas Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath. (end/ba)



Kembali ke Blog