33827940
IQPlus, (4/12) - Bank of Korea mengadakan rapat darurat setelah Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mencabut pernyataan darurat militer yang mengejutkan tadi malam.
Bank sentral akan mengadakan rapat dewan luar biasa sekitar pukul 9 pagi waktu setempat pada hari Rabu. Minggu lalu, BOK memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dalam sebuah langkah yang mengejutkan.
Sekitar waktu itu, kantor berita lokal Yonhap melaporkan bahwa regulator keuangan Korea Selatan mengatakan siap mengalokasikan 10 triliun won ($7,07 miliar) untuk dana stabilisasi pasar saham kapan saja.
Selasa larut malam, Yoon mengumumkan darurat militer dan memobilisasi tentara. Dalam beberapa jam, Majelis Nasional memilih untuk membatalkan perintah darurat, yang memaksa Yoon untuk mencabut darurat militer pada Rabu pagi. Unit militer yang dikerahkan juga telah ditarik, Yoon mengumumkan.
"Menurut pandangan kami, dampak negatif terhadap ekonomi dan pasar keuangan dapat berlangsung singkat karena ketidakpastian pada lingkungan politik dan ekonomi dapat dengan cepat dikurangi dengan respons kebijakan yang proaktif," kata analis Citi dalam sebuah catatan.
Menteri Keuangan Korea Selatan Choi Sang-mok pada hari Rabu berjanji untuk memompa likuiditas tanpa batas ke pasar keuangan, jika perlu untuk menstabilkannya.
Saham Korea Selatan mengalami fluktuasi yang signifikan di AS pada hari Selasa di tengah kekacauan politik di Korea. iShares MSCI South Korea ETF (EWY), yang melacak lebih dari 90 perusahaan besar dan menengah di Korea Selatan, anjlok hingga 7% hingga mencapai level terendah dalam 52 minggu sebelum memangkas kerugian hingga ditutup 1,6% lebih rendah.
Pasar saham Korea Selatan mulai diperdagangkan pada pukul 9 pagi KST seperti biasa. (end/CNBC)