05857085
IQPlus, (28/2) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai transisi menuju energi bersih, termasuk pemanfaatan gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) untuk industri dan transportasi.
Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyampaikan pemerintah terbuka menerima masukan dari pemangku kepentingan untuk mendukung program transisi energi.
Masukan itu diperlukan untuk mempersiapkan model yang dapat mengakomodasi seluruh pihak dalam pemanfaatan gas bumi terutama CNG.
"Pemerintah perlu hadir dalam menetapkan harga jual gas bumi di masing-masing wilayah. Kita dorong untuk substitusi pemanfaatan energi ke gas bumi," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Implementasi Pemanfaatan Gas Bumi CNG untuk Sektor Industri dan Transportasi yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) di Gedung Dewan Energi Nasional (DEN), Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Untuk itu menurutnya, diperlukan peta jalan pengembangan transportasi gas di Indonesia guna menjamin pasokan energi.
Sekretaris BPH Migas yang juga selaku Pelaksana Harian Direktur Gas Bumi BPH Migas Patuan Alfon S menambahkan guna meningkatkan pemanfaatan gas bumi, sisi supply, dan demand perlu diselaraskan.
"Pemetaan kawasan antara pengguna gas bumi harus disesuaikan dengan sumber gas yang ada," ucapnya. (end/ant)