28149523
IQPlus, (8/10) - Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) mengungkapkan reformasi pasar input pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
"Reformasi pasar input pertanian yang lebih terbuka dan kompetitif dapat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Keterbukaan pasar input akan mendorong inovasi, menekan harga input, dan menciptakan mekanisme pasar yang lebih inklusif. Selain itu, menggalakkan penggunaan pupuk organik dan input yang lebih ramah lingkungan perlu diprioritaskan agar dampak buruk pada kualitas tanah dapat diminimalisir dan dengan begitu mendukung kebijakan input yang lebih berkelanjutan," ujar Head of Research CIPS Aditya Alta di Jakarta, Selasa.
Menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin beragam, biaya dan mekanisme input pertanian, seperti pupuk, benih dan pestisida, memainkan peran penting dalam menentukan produktivitas petani dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Kontribusi biaya input pertanian terhadap biaya produksi per hektar mencapai 16-26 persen, masih lebih kecil kalau dibandingkan dengan biaya tenaga kerja yang mencapai 40-60 persen.
Walaupun demikian, hal ini tidak boleh diabaikan. Membuka pasar input pertanian bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung tercapainya ketahanan pangan.
Saat ini, subsidi pupuk masih menjadi kebijakan andalan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui Pupuk Indonesia, pemerintah menyediakan pupuk bersubsidi bagi petani yang terdaftar dalam kelompok tani, utamanya petani yang mengelola hingga maksimal 0,5 hektar lahan. (end/ant)