CORE: TARIF AS DAN PENURUNAN HARGA KOMODITAS TEKAN EKSPOR 2025

  • Info Pasar & Berita
  • 03 Feb 2026

03352878

IQPlus, (3/2) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menyebut penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat serta pelemahan harga komoditas andalan menjadi faktor utama ekspor Indonesia pada 2025 tidak mencapai target pemerintah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS, tumbuh 6,15 persen secara tahunan. Namun, capaian tersebut masih di bawah target pemerintah sebesar 294,45 miliar dolar AS.

Faisal, saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menilai meski ekspor meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejumlah faktor eksternal dan domestik menahan laju pertumbuhan.

"Ekspor itu sifatnya lintas sektoral. Kekuatan ekspor kita dipengaruhi dari hulu, mulai dari daya saing pembelian bahan baku, tenaga kerja, hingga sinkronisasi kebijakan. Semua itu berujung pada daya saing ekspor," kata Faisal.

Ia menjelaskan sebelum tarif resiprokal diberlakukan oleh Amerika Serikat, ekspor Indonesia sempat tumbuh cukup tinggi dan berpotensi tumbuh 7 persen.

Namun, tren melemah terjadi sejak Agustus 2025, diperburuk oleh penurunan harga komoditas utama seperti batu bara.

"Faktor eksternal dari perlakuan tarif oleh AS mempengaruhi ekspor kita. Walaupun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, tapi tidak mencapai target," ujarnya. (end/ant)

Kembali ke Blog