18458320
IQPlus, (3/7) - PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menargetkan pendapatan dan laba bersih dapat tumbuh seiring dengan positifnya outlook harga minyak dan gas (migas) pada tahun 2024.
Direktur Utama CTBN Fajar Wahyudi menyampaikan bahwa walaupun industri dan dunia usaha di Indonesia terutama migas sedang diterpa isu transisi energi dan penurunan harga minyak yang signifikan pada akhir 2023, namun manajemen memperkirakan prospek bisnis masih tetap akan menjanjikan.
"Hal ini sejalan dengan proyeksi permintaan minyak dan gas yang memanas. Harga minyak pada 2024 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2023," ujar Fajar sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Dalam laporan Short- erm Energy Outlook, U.S. Energy Information Administration (EIA) memproyeksikan rata-rata harga minyak jenis Brent akan meningkat dari 84 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 2023 menjadi 93 dolar AS per barel pada 2024, ditopang oleh faktor fundamental maupun faktor non fundamental.
Selain itu, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat dari 2,3 persen pada 2023 menjadi sekitar 2,9 persen pada 2024, didukung oleh kondisi inflasi dan tingkat suku bunga yang lebih baik.
Fajar mengatakan pertumbuhan ekonomi pada umumnya memerlukan daya dukung pasokan energi yang memadai, apalagi, dalam perkembangannya, sektor-sektor ekonomi utama yang berkontribusi pada pembentukan PDB global adalah sektor-sektor yang lebih padat energi.
"Artinya, kebutuhan energi untuk menghasilkan PDB dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada level tertentu berpotensi akan lebih besar lagi. Berdasarkan data, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen akan memerlukan pertumbuhan penyediaan energi antara 1,5 sampai 2 persen," ujar Fajar. (end/ant)