DELTA DJAKARTA OPTIMISTIS PROSPEK INDUSTRI BIR 2026, BIDIK KINERJA LEBIH BAIK

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Des 2025

35652560

IQPlus, (23/12) - PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) memandang prospek industri minuman beralkohol, khususnya bir, menunjukkan perbaikan pada 2026 seiring membaiknya sejumlah faktor pendukung pasar. Perseroan menilai kondisi ekonomi masyarakat, kepastian regulasi, serta pertumbuhan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja industri bir di Indonesia.

Manajemen DLTA menyampaikan bahwa meskipun masih terdapat tantangan, outlook industri pada 2025 hingga 2026 diperkirakan relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Seiring dengan itu, perseroan menargetkan kinerja pendapatan dan laba pada 2026 dapat tumbuh lebih baik dibandingkan capaian tahun sebelumnya, meski tidak merinci angka target secara spesifik.

Untuk mengejar pertumbuhan kinerja pada 2026, Delta Djakarta akan memperluas penetrasi pasar melalui ekspansi distribusi. Perseroan berencana menambah jumlah distributor di berbagai wilayah Indonesia yang dinilai belum tergarap secara optimal, guna memperkuat jangkauan penjualan dan meningkatkan volume distribusi produk.

Selain ekspansi distribusi, perseroan juga akan memaksimalkan portofolio merek yang dimiliki. Saat ini, Delta Djakarta memiliki sekitar 10 merek bir yang mencakup berbagai segmen konsumen, mulai dari segmen premium, mainstream, ekonomis, hingga variasi bir khusus seperti bir hitam, bir dengan rasa manis, dan wheat beer. Strategi diferensiasi produk tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan penjualan pada 2026.

Di sisi lain, perseroan menegaskan komitmen untuk menjaga efisiensi operasional dengan mengendalikan struktur biaya agar tetap efektif dan efisien. Langkah ini diharapkan dapat menopang profitabilitas di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Terkait belanja modal, PT Delta Djakarta mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar Rp63,9 miliar pada 2025. Hingga kuartal III 2025, realisasi capex tercatat sebesar Rp20,3 miliar atau sekitar 32 persen, dan diperkirakan akan mencapai 70-75 persen hingga akhir tahun. Capex tersebut terutama digunakan untuk peningkatan operasional serta penggantian mesin pabrik dan pengembangan sistem teknologi informasi.

Sementara itu, untuk kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), perseroan telah merealisasikan dana sebesar Rp251 juta hingga kuartal III 2025 yang disalurkan kepada pihak ketiga sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. (end)



Kembali ke Blog