28358449
IQPlus, (10/10) - Self Regulatory Organization (SRO), PT Bursa Efek Indonesia ((BEI) meminta penjelasan kepada salah satu perusahaan tercatat yakni PT Satyamitra Kemas Lestari, Tbk (SMKL) atas volatilitas transaksi efek yang terjadi pada tanggal 07 Oktober 2024.
Pasalnya, terjadi peningkatan aktivitas atas saham SMKL sebanyak 2.893.000 saham dengan frekuensi 28 kali dibandingkan pada hari bursa sebelumnya sebanyak 20.400 saham dengan frekuensi 10 kali. Di tanggal 7 Oktober 2024, terjadi peningkatan pada harga ditutup sebesar Rp4 atau 2,21 % dari harga penutupan hari bursa sebelumnya diangka Rpl81 meajadi Rp185.
Terkait hal tersebut, Direktur SMKL, Herryanto Setiono Hidayat mengaku, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek dan/atau yang dapat mempengaruhi keputusan investasi pemodal. Selain itu, Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu.
"Hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa setidaknya untuk 3 (tiga) bulan yang akan dating," ujarnya.
"Kami juga telah berkomunikasi dengan pemegang saham utama mengenai rencana pemegang saham utama untuk setidaknya dalam waktu 3 (tiga) bulan yang akan datang, yang kemudian disampaikan oleh pemegang saham utama bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rencana apapun terhadap kepemilikan sahamnya di perseroan setidaknya untukjangka waktu 3 (tiga) bulan yang akan dating," imbuhnya.(end)