DONGKRAK PERTUMBUHAN, THAILAND GELONTORKAN STIMULUS

  • Info Pasar & Berita
  • 10 Mar 2025

06855598

IQPlus, (10/3) - Pemerintah Thailand berencana untuk menyuntikkan lebih banyak uang tunai guna mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 3 persen tahun ini, karena ekonomi yang bergantung pada ekspor itu menghadapi tantangan dari ketegangan perdagangan global dan mata uang lokal yang tidak stabil.

Panel stimulus ekonomi negara itu menyetujui tahap ketiga dari rencana pemberian uang tunai andalan pemerintah. Tahap terakhir bernilai 27 miliar baht yang akan didistribusikan menjelang pertengahan tahun kepada warga Thailand berusia 16 hingga 20 tahun, Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira mengatakan kepada wartawan setelah rapat pada hari Senin.

Sekitar 2,7 juta penerima manfaat dalam kelompok usia tersebut akan menerima masing-masing 10.000 baht, dengan pencairan akan dilakukan melalui aplikasi "dompet digital" baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengeluaran, kata menteri tersebut. Rencana tersebut akan memerlukan persetujuan dari Kabinet.

"Bantuan tunai akan disebar ke seluruh negeri dan meringankan beban utang rumah tangga," kata Pichai kepada wartawan. "Pemerintah menganggap skema itu akan sepadan." Stimulus tersebut merupakan inti dari upaya Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tumbuh 2,5 persen pada tahun 2024, sekitar setengah dari laju pertumbuhan negara tetangga Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Thailand terbebani oleh tingginya tingkat utang rumah tangga yang merugikan konsumsi swasta dan tetap menjadi yang tertinggi di kawasan tersebut, yakni sebesar 89,6 persen dari PDB. Thailand mengalami surplus perdagangan sekitar US$35 miliar dengan AS, mitra dagang terbesar kedua, dan menghadapi risiko tarif timbal balik dari pemerintahan Trump.

"Kementerian Keuangan memperkirakan bahwa ekonomi Thailand akan tumbuh sebesar 3 persen tahun ini, tetapi pemerintah yakin bahwa angkanya akan melebihi itu," kata Paetongtarn dalam sebuah posting di X pada hari Senin sebelumnya.

Rencana pemberian bantuan tersebut akan mengikuti 145 miliar baht yang telah dibayarkan kepada 14,5 juta pemegang kartu kesejahteraan negara dan penyandang disabilitas akhir tahun lalu, dan 30 miliar baht kepada sekitar tiga juta warga senior awal tahun ini.

Pichai juga mengatakan pemerintah telah menyiapkan sekitar 46 proyek fiskal untuk merangsang pertumbuhan ekonomi tahun ini, termasuk meningkatkan belanja publik hingga lebih dari 70 persen dari pengeluaran anggaran dan mempercepat ekspor lebih dari 4 persen. Pemerintah juga berencana untuk memacu pariwisata, pendorong utama pertumbuhan lainnya.

Pichai menegaskan kembali seruan agar baht melemah untuk mendukung pariwisata dan ekspor. Mata uang Thailand telah menguat sekitar 4,8 persen terhadap dolar AS tahun lalu dan muncul sebagai mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia . yang mendorong seruan dari kelompok bisnis, eksportir, dan operator pariwisata untuk melemahkan mata uang dan mengekang volatilitasnya.

Bank of Thailand mengejutkan pasar pada akhir Februari dengan pemangkasan suku bunga kebijakan, sembari menyebutkan risiko terhadap prospek pertumbuhan di tengah meningkatnya ancaman perang dagang global. Bank sentral juga mengatakan pihaknya memantau pergerakan baht secara ketat. (end/Bloomberg)






Kembali ke Blog