34339739
IQPlus, (9/12) - Jelang tahun 2025, PT DAHANA terus melakukan pengembangan produk guna mendukung Alutsista Indonesia.
Direktur Utama PT DAHANA Syaifuddin mengatakan, saat ini DAHANA sedang fokus pada dua hal.
Kedua hal tersebut adalah melanjutkan pembangunan Pabrik Propelan, serta mengembangkan Smart Bomb dan Guided Rocket.
Ia menjelaskan, saat ini pembangunan industri propelan di kawasan Energetic Material Center DAHANA di Subang Jawa Barat tengah digenjot penyelesaiannya.
"Propelan itu adalah material strategis yang merupakan komponen utama Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB) dan roket. Hadirnya industri propelan menjadi salah satu langkah penting dan strategis dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional," ungkap Syaifuddin, di Kampus Dahana Subang pada Jumat (6/12/2024).
Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung pembangunan pabrik propelan di Indonesia yang tentunya akan meningkatkan kemandirian sistem alutsista nasional khususnya dibidang munisi dan roket serta daya saing industri pertahanan di kawasan regional.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA Suhendra Yusuf RPN mengatakan bahwa saat ini DAHANA sedang mengembangkan smart bomb untuk memperkuat sistem pertahanan udara.
Setelah baru-baru ini, salah satu produk andalan dari varian Bomb P Series yaitu Bom P-100L digunakan dalam latihan Fire Power Demo TNI AU yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, KASAU, KASAD dan KASAL pada Selasa (3/12/24) di Air Weapon Range Lumajang, Jawa Timur.
DAHANA memiliki varian Bomb P Series meliputi Bomb P-100L, Bomb P-250L dan Bomb P-500L
"Kami sangat bangga, bom P-100L milik DAHANA turut digunakan dalam latihan Angkasa Yudha 2024, dan turut menunjukkan hasil yang baik. Salah satu keunggulan dari produk dalam negeri yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, yaitu mencapai 86,32%, kolaborasi antara PT Sari Bahari adalah efisien dalam penggunaannya karena tidak menggunakan bahan peledak untuk melepaskan bom dari bomb rack (impulse cartridge)," ujar Suhendra Yusuf RPN. (end)