02834431
IQPlus, (29/1) - Anggota Dewan Pengurus European Central Bank (ECB) Martins Kazaks mendesak adanya kesabaran dalam menentukan arah kebijakan moneter. Dirinya memperingatkan kebijakan pelonggaran prematur memungkinkan inflasi bangkit kembali dan itu menjadi kesalahan terbesar.
"Meskipun suku bunga seharusnya mulai diturunkan, kecuali terjadi guncangan besar, ECB tidak boleh terburu-buru memulai proses tersebut," kata pejabat Latvia tersebut, kepada Bloomberg Television, dikutip dari The Business Times, Senin, 29 Januari 2024.
"Itu jauh lebih buruk daripada menunggu sebentar. Kita telah melihat dari 1970an dan 1980an bahwa jika seseorang mulai melakukan pelonggaran terlalu dini, maka terdapat risiko bahwa inflasi akan mulai kembali dan kemudian kita perlu menaikkan suku bunga lebih banyak lagi," tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul kurang dari sehari setelah ECB mempertahankan suku bunga depositonya pada rekor empat persen untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Ketika Presiden ECB Christine Lagarde menolak perkiraan pasar untuk melakukan pemotongan suku bunga pada awal musim semi, para investor meningkatkan taruhan mereka pada April.
Para pengambil kebijakan tampaknya sepakat mengenai langkah yang diambil pada Juni. Adapun pedagang mengabaikan peringatan Kazaks dan obligasi melanjutkan kenaikan pada Jumat pagi lalu. Pasar uang masih menunjukkan peluang hampir 90 persen untuk memangkas suku bunga sebesar seperempat poin pada April.
Kondisi itu dengan perkiraan pelonggaran sebesar 143 basis poin sepanjang tahun. Sedangkan imbal hasil (yield) obligasi Jerman bertenor dua tahun .termasuk yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter. turun dua basis poin menjadi 2,60 persen, yang merupakan level terendah dalam 10 hari terakhir. (end/ba)