33336418
IQPlus, (30/11) - Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan masih ada ruang bagi peningkatan belanja negara hingga akhir 2023 terutama belanja pemilu untuk memberikan stimulus agar pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali ke kisaran 5 persen pada kuartal IV-2023.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 tercatat sebesar 4,94 persen.
"Kami melihat di sisa dua bulan terakhir pemerintah masih bisa memacu belanja karena terkait dengan belanja pemilu 2024 yang kami lihat masih belum sepenuhnya dilakukan. Jadi kami melihat belanja barang masih bisa ditingkatkan," kata Josua di Jakarta, Kamis.
Selain itu, belanja terkait bantuan sosial terutama terkait fenomena El Nino bisa dilakukan juga sebagai upaya stabilisasi harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat kecil.
"Jadi ruang untuk melakukan belanja besar masih mungkin dilakukan dan ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi kembali ke kisaran 5 persen karena bottleneck pertumbuhan kuartal III-2023 adalah belanja pemerintah yang terkontraksi," ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan sampai Oktober 2023 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mencatatkan defisit yang sangat rendah atau sebesar -0,003 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah target outlook yang di kisaran -2 persen. (end/ant)