11451202
IQPlus, (25/4) - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyampaikan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) telah membantu menstabilisasi arus modal masuk (capital inflow), cadangan devisa, serta nilai tukar Rupiah.
Sebagaimana diketahui, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan kebijakan untuk mewajibkan 100 persen DHE SDA disimpan di dalam negeri selama satu tahun.
"Kebijakan ini akan membantu menstabilkan capital inflow, cadev dan nilai tukar Rupiah," ujar Wijayanto di Jakarta, Jumat.
Selain meningkatkan cadangan devisa yang berdampak terhadap stabilitas rupiah dan sektor perbankan, menurutnya, kebijakan ini juga memberikan kepastian operasional bagi para eksportir di Tanah Air.
"Kebijakan ini juga memberikan kepastian operasional bagi para eksportir," ujar Wijayanto.
Di sisi lain, Ia menilai bahwa kebijakan DHE 100 persen belum akan cukup untuk menghadapi dinamika global, seiring dengan defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang terus dialami Indonesia.
Ditambah, adanya tantangan berupa surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang berpotensi semakin menipis akibat kebijakan tarif Donald Trump. (end/ant)