12524889
IQPlus, (6/5) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik Compressed Natural Gas (CNG) dapat menggantikan LPG tabung 3 kg mulai tahun ini guna mengurangi ketergantungan impor energi.
"Tahun ini," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai di sela acara "CNG & LNG untuk Rakyat" yang digelar di Jakarta, Selasa.
Laode menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung penyiapan tabung CNG berukuran kecil, sebab CNG memiliki karakteristik yang berbeda apabila dibandingkan dengan LPG.
CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5-10 bar.
Perbedaan tekanan gas tersebutlah yang menyebabkan desain tabung gas 3 kg harus disesuaikan, sebab berdampak langsung terhadap faktor keselamatan.
"Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting," ucap Laode.
Selain mempersiapkan tabung, Laode juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan pola distribusinya.
Nantinya, CNG untuk rumah tangga akan diterapkan di kota-kota besar pulau Jawa terlebih dahulu, sebelum serentak di seluruh Indonesia.
"Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini," ujar Laode. (end/ant)