04046625
IQPlus, (10/2) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia dan pemanfaatan bagi ekosistem ekonomi dalam negeri lewat Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
"Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem,"ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung ketika membuka GHES secara virtual yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa.
Melalui gelaran tersebut, Yuliot berharap Indonesia bisa memiliki teknologi yang mendukung industrialisasi hidrogen dan pemanfaatannya bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan.
Salah satu pemanfaatan hidrogen dalam ekosistem ekonomi adalah melibatkannya di industri hilirisasi dalam negeri, termasuk untuk industri pupuk.
Menurut dia, memaksimalkan pemanfaatan hidrogen untuk kepentingan industri hilirisasi di Indonesia berpotensi mengantarkan Indonesia sebagai pemain utama dunia di ranah hidrogen.
"Pengembangan ekosistem hidrogen ini menjadi potensi kita sebagai pemain utama dunia. Ini akan sangat potensial sekali," katanya.
Yuliot menyampaikan konsumsi hidrogen Indonesia berada di angka 1,75 juta ton per tahun. Pemanfaatan hidrogen didominasi untuk ketahanan pangan, yakni untuk pupuk urea, amonia, dan kilang minyak.
Lebih lanjut, dia menyampaikan pengembangan hidrogen juga sejalan dengan Astacita yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Keterkaitan tersebut tercipta dalam hal penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
"Untuk ketahanan energi nasional ini juga kami kaitkan dengan ketahanan pangan, dan juga yang kami sampaikan tadi, yakni program hilirisasi," ujar Yuliot. (end/ant)