27125296
IQPlus, (29/9) - Federal Aviation Administration (FAA) AS pada hari Senin (28/9) menyatakan akan menunda sertifikasi Boeing 737 MAX 10 yang peluncurannya sudah lama tertunda hingga masalah perangkat lunak yang baru terungkap dapat diatasi. Ini merupakan hambatan terbaru dalam upaya produsen pesawat tersebut untuk menghadirkan versi terbesar dari jet terlarisnya itu ke pasar.
Pada hari Sabtu, Boeing mengungkapkan adanya masalah perangkat lunak yang memengaruhi pesawat 737 MAX tertentu, yang berpotensi menghalangi pilot mengakses panduan penerbangan otomatis dalam skenario pendaratan tertentu. Perusahaan menyatakan telah memberi tahu pihak operator dan sedang mengembangkan pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi masalah tersebut secara permanen.
Saham Boeing ditutup turun 6,9 persen akibat kekhawatiran akan penundaan lebih lanjut pada model MAX 10, pesawat yang memegang peran kunci dalam upaya Boeing untuk merebut kembali pangsa pasar yang sebelumnya dikuasai Airbus di segmen pesawat lorong tunggal yang menguntungkan.
"Kami akan menunda [pengoperasian] pesawat tipe 10 tersebut sampai kami yakin bahwa tidak ada masalah di sini," ujar Administrator FAA Bryan Bedford kepada para wartawan dalam sebuah acara di Bandara Nasional Reagan Washington. Ia menolak memperkirakan berapa lama penundaan tersebut akan berlangsung.
FAA menyatakan bahwa versi perangkat lunak tersebut dapat meningkatkan beban kerja pilot saat melakukan *go-around* yaitu ketika pilot membatalkan upaya pendaratan, menambah daya dorong mesin, dan kembali terbang ke angkasa untuk mencoba mendarat lagi.
Sebelumnya, FAA menyatakan rencana untuk membentuk Dewan Tinjauan Tindakan Korektif guna menyelidiki masalah ini. Namun, menurut dua sumber yang berbicara kepada Reuters, pertemuan dewan tersebut kemungkinan besar baru akan terlaksana paling cepat pekan depan.
Tinjauan oleh regulator AS akan menguji apakah perangkat lunak tersebut menimbulkan risiko keselamatan yang tidak wajar; hal ini dapat berujung pada pengerjaan ulang selama berbulan-bulan sebelum MAX 10 memperoleh sertifikasi yang sebelumnya diperkirakan secara luas akan terlaksana pada bulan Oktober. (end/Reuters)