03539077
IQPlus, (5/2) - Indeks harga dunia yang dikeluarkan badan pangan PBB pada Januari turun ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir, didorong oleh penurunan harga sereal dan daging. Kondisi itu terjadi di tengah ketidakpastian dan masih adanya perang yang sedang berlangsung.
Mengutip The Business Times, Senin, 5 Februari 2024, indeks harga Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), yang melacak komoditas pangan yang paling banyak diperdagangkan secara global, rata-rata mencapai 118,0 poin pada Januari, turun dari 119,1 pada bulan sebelumnya, kata badan tersebut.
Angka pada Januari merupakan yang terendah sejak Februari 2021. .Harga ekspor gandum global menurun pada Januari didorong oleh ketatnya persaingan antar eksportir dan datangnya pasokan yang baru dipanen di negara-negara belahan bumi selatan,. kata FAO.
FAO juga mengatakan harga jagung turun tajam, mencerminkan perbaikan kondisi tanaman dan dimulainya panen di Argentina serta pasokan yang lebih besar di AS. Indeks harga daging menurun selama tujuh bulan berturut-turut karena melimpahnya pasokan dari negara-negara pengekspor utama yang menurunkan harga daging unggas, sapi, dan babi internasional, kata FAO.
Dalam laporan terpisah, FAO mengatakan, produksi sereal dunia pada 2023 berada di jalur yang tepat untuk mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 2,836 miliar ton .naik 1,2 persen dari 2022. Produksi biji-bijian kasar global berada pada angka tertinggi sepanjang masa yaitu 1,523 miliar ton, menyusul penyesuaian kenaikan sebesar 12 juta ton pada bulan ini.
"Sebagian besar revisi tersebut mencerminkan data resmi baru dari Kanada, Tiongkok (daratan), Turki, dan AS, di mana kombinasi hasil panen yang lebih tinggi dan luas panen yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya telah menyebabkan perkiraan produksi jagung yang lebih tinggi," pungkas FAO. (end/ba)