08433698
IQPlus, (26/3) - Kementerian Energi Filipina mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka mengaktifkan dana darurat sebesar 20 miliar peso ($333 juta) untuk memperkuat keamanan bahan bakar di tengah volatilitas harga minyak yang terus berlanjut akibat konflik di Timur Tengah.
"Tindakan tegas ini menunjukkan tekad kuat pemerintah untuk melindungi rakyat Filipina dari guncangan pasokan eksternal dan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar yang berkelanjutan, memadai, dan andal di seluruh negeri," kata departemen energi.
Di bawah program ini, pemerintah berencana untuk membeli hingga dua juta barel bahan bakar untuk mendukung pasokan domestik dan membeli produk minyak bumi olahan dan gas minyak cair.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pada hari Rabu bahwa negara tersebut memiliki persediaan minyak sekitar 45 hari.
Filipina mengimpor hampir seluruh minyak mentahnya dari Timur Tengah, dengan Arab Saudi sebagai pemasok terbesarnya, sehingga membuatnya rentan terhadap guncangan harga minyak dan gangguan pasokan. (end/Reuters)