28849697
IQPlus, (15/10) - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau yang dikenal sebagai PT INTI (Persero), bersama anak perusahaannya PT INTI Konten Indonesia (PT INTENS), sedang menjalankan proyek besar.
Proyek ini adalah Mwga Proyek Kominfo untuk membangun Stasiun Monitoring Frekuensi Radio Transportable milik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Proyek ini bertujuan untuk menerapkan sistem pemantauan penggunaan dan okupansi frekuensi radio, yang dinamakan INTI MONFR400, di 500 lokasi di seluruh Indonesia pada tahun 2029.
Dalam upaya mempercepat penerapan sistem ini, INTI Group juga bekerja sama dengan mitra global, PT Rohde Schwarz Indonesia.
Sistem ini telah mendapat pengakuan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi.
Pengakuan itu disampaikan pada acara Temu Bisnis Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Tahap VIII.
"Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya INTI Group untuk berkontribusi pada pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional," ungkap Direktur PT INTENS Rizqi Ayunda Pratama, Selasa (15/10).
"Dengan tingkat TKDN yang tinggi, produk ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi," katanya.
Pada tahap perdana proyek ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan pembelian delapan unit Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) Portable.
Termasuk tiga unit Argus Software melalui e-Katalog tertanggal 25 September 2024, untuk diimplementasikan pada proyek Pembangunan Stasiun Monitoring Frekuensi Radio Transportable di lokasi sebagai berikut:
1) Balai Monitor SFR Kelas I Denpasar
- Kabupaten Karangasem
- Kabupaten Bangli
- Kabupaten Buleleng
2) Balai Monitor SFR Kelas II Aceh
- Kabupaten Aceh Besar
- Kota Banda Aceh
3) Balai Monitor SFR Kelas II Palu
- Kota Palu
- Kabupaten Morowali
"Pilot project ini akan menjadi awal yang baik bagi INTI Group untuk terlibat secara langsung dalam national supply chain. Kami optimistis dapat mendukung target Kominfo untuk mengimplementasikan SMFR Transportable dengan potensi 500 area di Indonesia untuk dimonitor," tutur Rizqi Ayunda Pratama. (end)