GOLDMAN SACHS GROUP: ARAB SAUDI BAKAL KURANGI BELANJA BESAR DI SEKTOR MINYAK

  • Info Pasar & Berita
  • 19 Agt 2024

23138326

IQPlus, (19/8) - Arab Saudi diperkirakan menggelontorkan lebih sedikit uang ke industri minyak daripada yang awalnya diprediksi. Langkah itu dalam tujuannya untuk menginvestasikan US$1 triliun di sektor-sektor strategis pada akhir dekade ini.

Mengutip The Business Times, Senin, 19 Agustus 2024, Kerajaan Teluk itu kemungkinan mengarahkan sebagian besar dananya, sekitar 73 persen dari total investasi, ke sektor-sektor non-minyak pada 2030, menurut Goldman Sachs Group, sebuah pergeseran dari estimasi bank sebelumnya sebesar 66 persen.

Peningkatan alokasi untuk investasi non-minyak hanya menyisakan seperempat dari sisa dana untuk sektor-sektor minyak, karena kerajaan itu berfokus pada industri-industri yang memungkinkan diversifikasinya termasuk logam dan mineral, transportasi dan logistik, dan digitalisasi.

Di bawah rencana transformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed Salman Visi 2030, Arab Saudi telah membuka ekonominya ke jalan-jalan baru, berinvestasi di sektor-sektor baru dan mengubah citra negara itu. Sasaran besar dalam visi tersebut adalah untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan minyak mentah.

"Meskipun belanja modal di sektor minyak kemungkinan menyusut sebesar US$40 miliar antara sekarang dan 2028, namun gas alam terus menjadi kontributor utama bagi rencana dekarbonisasi, pembangunan ekonomi, dan diversifikasi negara," tulis Faisal AlAzmeh, Kepala Penelitian Ekuitas CEEMEA di Goldman dalam sebuah laporan.

Dengan harga minyak mentah Brent saat ini berkisar sekitar US$80 per barel dan dengan produksi minyak Saudi turun menjadi sekitar sembilan juta barel per hari, kerajaan menghadapi ancaman meningkatnya defisit anggaran. Pendapatan minyak pemerintah telah turun sekitar sepertiga dari level 2022, ketika harga minyak rata-rata hampir US$100 per barel.

Defisit anggaran kuartal kedua Arab Saudi mencapai 15,3 miliar riyal (S$5,3 miliar), menunjukkan betapa bergantungnya pemerintah masih pada pendapatan hidrokarbon. Pihak berwenang memperkirakan anggaran akan defisit setidaknya selama beberapa tahun. (end/ba)

Kembali ke Blog