08233301
IQPlus, (24/3) - Harga emas naik tipis pada hari Senin karena kekhawatiran atas tarif timbal balik yang akan diberlakukan Presiden AS Donald Trump dan potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini mendukung daya tarik emas batangan sebagai aset safe haven.
Harga emas spot naik 0,1 persen menjadi US$3.025,12 per ons, pada pukul 00.05 GMT. Harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi US$3.030,70.
Harga emas mencapai rekor tertinggi US$3.057,21 per ons pada hari Kamis lalu karena ketegangan perdagangan memicu permintaan aset safe haven. Emas batangan dengan imbal hasil nol dipandang sebagai lindung nilai terhadap gejolak geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan inflasi.
Tarif akan tetap menjadi sorotan karena Trump mengumumkan gelombang tarif timbal balik yang akan berlaku pada tanggal 2 April, yang kemungkinan akan memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Minggu lalu, Fed mempertahankan suku bunga acuannya tetap pada kisaran 4,25 hingga 4,5 persen, seperti yang diharapkan. Para pembuat kebijakan memperkirakan bank sentral AS akan memangkas dua kali seperempat poin persentase pada akhir tahun.
Namun, presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan pada hari Jumat bahwa kebijakan moneter bank sentral AS berada di tempat yang tepat mengingat berbagai ketidakpastian yang dihadapi ekonomi, dengan mencatat bahwa tidak ada urgensi untuk membuat perubahan apa pun pada suku bunga.
Di sisi fisik, diskon yang ditawarkan untuk emas di India menyentuh level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan minggu lalu karena permintaan merosot setelah harga spot melonjak melewati rekor tertinggi.
Perak spot naik 0,1 persen menjadi US$33,06 per ons, platinum menguat 0,7 persen menjadi US$981,25 dan paladium naik 0,5 persen menjadi US$962,54. (end/Reuters)