11433311
IQPlus, (25/4) - Indeks sewa kantor Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan (URA) untuk wilayah tengah Singapura naik 0,3 persen pada kuartal pertama tahun 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya, dibandingkan penurunan 0,9 persen secara kuartalan (qoq) pada Q4 2024.
Tingkat kekosongan ruang kantor di seluruh pulau naik menjadi 11,7 persen pada akhir Q1 2025, dari 10,6 persen pada akhir Q4 2024, menurut data URA yang dirilis pada hari Jumat (25 April).
Jumlah ruang kantor yang ditempati di seluruh Singapura turun sebesar 1.000 meter persegi (m2) dari luas bersih yang dapat disewakan (NLA) pada Q1 2025, berbeda dengan peningkatan sebesar 23.000 m2 pada Q4 2024. Stok ruang kantor yang tersedia meningkat sebesar 98.000 m2 NLA pada Q1 2025, dibandingkan dengan kontraksi sebesar 6.000 m2 pada Q4 2024.
Pada akhir Q1 2025, terdapat total pasokan sekitar 856.000 m2 dari luas lantai kotor (GFA) ruang kantor di seluruh pulau, lebih rendah dari 909.000 m2 pada kuartal sebelumnya.
Indeks harga ruang kantor URA di wilayah tengah turun 0,2 persen secara kuartalan pada Q1 2025, setelah turun 0,7 persen pada Q4 2024.
URA juga merilis data terbaru mengenai pasar properti ritel Singapura yang menunjukkan bahwa indeks sewa untuk ruang ritel di kawasan tengah turun 0,5 persen secara kuartalan pada Q1 2025 setelah meningkat sebesar 0,6 persen pada Q4 2024. Indeks harga untuk ruang ritel di kawasan tengah naik 1,9 persen pada Q1 setelah turun 1,3 persen pada Q4 2024. (end/bussinesstimes.com)