23146942
IQPlus, (19/8) - PT Hutama Karya (Persero) menyalurkan Rp5,42 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada semester pertama tahun 2024.
Realisasi ini kembali membuktikan komitmen Hutama Karya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, program kepedulian bukan hanya membuktikan komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL.
Tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia yang berfokus pada inovasi serta meningkatkan keterlibatan karyawan dan kolaborasi.
"Hingga saat ini, realisasi penyaluran untuk program TJSL mencapai 39% dengan progres yang signifikan di berbagai program utama. Persentase terbesar terdapat pada program Sosial, kemudian disusul pada program Pendidikan, lalu program Lingkungan, dan terakhir program Kreatif," ujar Adjib.
Hutama Karya memperkuat komitmen tersebut melalui sejumlah inisiatif unggulan dalam menjalankan Program HK Peduli Sosial.
Melalui program tersebut, Hutama Karya menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat pra sejahtera, lansia, yayasan kemanusiaan, pondok pesantren, pengurus DKM, yatim dan piatu, serta masyarakat terdampak bencana alam utamanya yang berdekatan dengan aktivitas operasional perusahaan.
Selain itu, pada momen-momen penting seperti Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, Hutama Karya turut memberikan bingkisan serta penyaluran hewan kurban di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo.
Pada program HK Peduli Pendidikan, Hutama Karya telah membangun infrastruktur berupa asrama santri di Indramayu, pembangunan ruang kelas di Cirebon dan Purwakarta, pemberian beasiswa di Sumatra Utara dan Yogyakarta, hingga program sosial pendampingan, pencegahan kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di Surakarta.
Dari sisi lingkungan, Hutama Karya juga telah melaksanakan Program Relawan Bakti BUMN di kawasan Samboja Lestari dan IKN; Program Rehabilitasi dan Penanaman Mangrove di Pantai Jenggalu, Bengkulu; Penyediaan Sarana Air Bersih Layak Konsumsi di Desa Batu Teritip, Dumai, Riau; serta Penanaman Pohon dan Tanaman Buah di sepanjang Ruas Tol Pekanbaru - Dumai dan Rest Area 215B dan 277A Ruas Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung.
Kemudian pada aspek Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK), perusahaan memberikan program dan kegiatan pendampingan yang dilakukan pada Mitra Binaan, salah satunya seperti pengadaan vending machine dan Galeri UMK di HK Tower, pelaksanaan pelatihan kue kering kepada Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ), serta peningkatan produksi usaha KINNI STORE yang berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut Adjib menyampaikan bahwa untuk memastikan keberhasilan dan konsistensi program-program TJSL, Hutama Karya secara aktif menjalin komitmen bersama dengan penerima manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Selain itu, juga bekerja sama dengan Non-Governmental Organization (NGO) yang memiliki spesialisasi di bidang masing-masing agar program dapat dijalankan lebih optimal dan maksimal, sesuai dengan harapan.
"Setiap program yang dilaksanakan mengacu pada ISO:26000 serta disesuaikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Ke depannya, TJSL Hutama Karya akan menerapkan keberhasilan setiap inisiatif yang dijalankan dengan menggunakan metode Social Return on Investment (SROI)," imbuh Adjib. (end)