29131856
IQPlus, (18/10) - Holding BUMN Pangan, ID FOOD, telah berhasil menyalurkan bantuan pangan sebanyak 8,6 juta paket sepanjang 2024 untuk membantu pengentasan stunting di Indonesia.
Target ini merupakan bagian dari program Bantuan Pangan Pemerintah yang ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional.
ID FOOD pun mencapai target tersebut dengan tepat waktu dan jumlah sesuai rencana.
Direktur Utama ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, menyatakan bahwa keberhasilan dalam menyalurkan bantuan pangan stunting di tahun ini menjadi bukti bahwa ID FOOD dapat menjalankan tugas ketahanan pangan selama dua tahun berturut-turut.
"Kontribusi ID FOOD dalam program ini dimulai pada 2023, dan dalam dua tahun, kami telah menyalurkan lebih dari 15 juta paket bantuan," ungkap Sis Apik saat menghadiri Appreciation Night di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Pada tahun 2024, bantuan ini terdiri dari 1 kg daging ayam dan 10 butir telur yang dibagikan kepada 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang tersebar di tujuh provinsi.
Provinsi-provinsi tersebut antara lain Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sis Apik menyebutkan, "Pendistribusian dilakukan kepada KRS yang berada di perkotaan hingga wilayah 3T, sesuai data dari BKKBN."
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap yang menyasar berbagai wilayah, dengan Sumatera Utara menerima 137 ribu paket, Banten 92 ribu, Jawa Barat 403 ribu, Jawa Tengah 345 ribu, Jawa Timur 374 ribu, Sulawesi Barat 20 ribu, dan NTT sebanyak 73 ribu.
Setiap KRS mendapatkan bantuan sebanyak enam kali dalam satu tahun, yang diharapkan dapat memberikan asupan protein hewani yang berkelanjutan bagi anak, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk mengurangi risiko stunting.
Keberhasilan distribusi bantuan pangan ini juga didukung oleh berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, koperasi, hingga pihak perbankan.
"Kami juga mengerahkan tiga anak perusahaan, yaitu PT PPI, PT Berdikari, dan PT Rajawali Nusindo, sebagai penyedia produk daging dan telur ayam," jelas Sis Apik.
ID FOOD tahun ini turut berkolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam mempercepat penyaluran bantuan.
"Kolaborasi ini sangat penting, khususnya untuk mempercepat realisasi program. Dukungan perbankan memainkan peran kunci dalam keberhasilan ini," tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para pihak yang terlibat, ID FOOD bersama Badan Pangan Nasional dan BTN mengadakan Appreciation Night di mana penghargaan diberikan kepada provinsi, pemasok terbaik, perwakilan KRS, serta Public Service Obligation (PSO) Hero.
PT Pos Indonesia dan PT BGR Logistik Indonesia menerima penghargaan sebagai transporter terbaik, sementara Pinsar dan KPUN sebagai asosiasi yang berperan penting.
"Kami ingin mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan dalam memerangi stunting di Indonesia.ID FOOD siap terus berkontribusi mendukung pemerintah dalam tugas ini demi generasi penerus yang lebih baik," ujar Sis Apik.
Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin.
Ia menyebut bahwa peran perbankan dalam pendanaan memberikan dampak signifikan bagi pelaksanaan program ini.
"Langkah ini menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat, terutama untuk keluarga risiko stunting, serta memperkuat stabilitas pangan," jelasnya.(end)