20830000
IQPlus, (28/7)- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) emiten Bidang Pertambangan Bijih Nikel dan Perkebunan Kelapa resmi menjual saham miliknya di PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) pada tanggal 30 Juni 2025.
Manajemen IFSH dalam keterangan tertulisnya Jumat (25/7) menuturkan bahwa transaksi penjualan BSI tersebut dilakukan dengan PT Unggul Permai Utama (UPU) sebanyak 31.146.391 saham yang sebelumnya disetor dan ditempatkan di BSI dengan senilai Rp72 miliar.
Sebagai informasi, BSI didirikan pada 2013 dan mulai beroperasi secara komersial sekitar 2018 hingga 2019. Alasan utama IFSH melepas sebagian kepemilikan saham di BSI adalah karena keterbatasan daya saing teknologi yang digunakan.
Saat ini, BSI masih mengandalkan teknologi Blast Furnace (BF), yang semakin kurang kompetitif dibandingkan smelter lain yang telah beralih ke teknologi yang lebih efisien, seperti Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).
Teknologi BF membutuhkan bahan baku tambahan berupa kokas (coke) yang harus diimpor. Sejak 2020, harga kokas melonjak tajam hingga menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya produksi.
Kondisi tersebut menyebabkan Harga Pokok Penjualan (COGS) produk akhir BSI Nickel Pig Iron (NPI) menjadi tinggi dan sulit bersaing dengan produk sejenis dari smelter yang menggunakan teknologi RKEF berbasis listrik yang lebih efisien dan hemat energi.
"Transaksi penjualan saham BSI tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional utama Perseroan, mengingat BSI merupakan entitas anak yang sudah tidak aktif beroperasi. Dari sisi keuangan, transaksi ini justru berdampak positif karena operasional dan beban biaya BSI selama ini telah menjadi beban bagi kinerja keuangan Perseroan,"tuturnya.
Manajemen IFSH menambahkan pelepasan saham ini merupakan langkah strategis dalam rangka efisiensi dan optimalisasi portofolio aset, serta memperkuat kelangsungan usaha Perseroan ke depan. (end)