INDEF : PERTANIAN INDONESIA BUTUH RISET DAN INOVASI BIBIT UNGGUL

  • Info Pasar & Berita
  • 05 Feb 2024

03550385

IQPlus, (5/2) - Direktur Program Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan riset dan inovasi dalam menghasilkan bibit pertanian yang unggul.

"Indonesia kurang petugas penyuluh pertanian dan kurang pupuk, kurang sarana prasarana dan teknologi pertanian. Petani juga tidak mendapat bibit unggul. Riset dan inovasi untuk menghasilkan bibit unggul sangat kurang," kata Esther melalui telepon di Jakarta, Senin.

Esther turut menanggapi apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menambah anggaran Rp14 triliun untuk penyediaan pupuk bersubsidi bertujuan agar target pengadaan 7,7-7,8 juta ton pupuk bersubsidi tahun ini dapat tercapai.

Esther mengakui bahwa tantangan dalam sektor pertanian mencakup aspek pupuk yang langka, mahal, serta kurangnya bimbingan teknis bagi petani.

"Kenapa nggak dari dulu, petani sudah lama kekurangan pupuk. Harga pupuk mahal dan langka. Mereka menanam juga tanpa bimbingan teknis dari penyuluh pertanian," ucap Esther. (end/ant)


Kembali ke Blog