06847620
IQPlus, (10/3) - CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan penurunan harga kripto yang selalu terjadi setiap Ramadhan bukan hanya fenomena musiman tetapi juga dipengaruhi oleh psikologi pasar yang berubah selama bulan puasa.
Pergerakan harga Bitcoin selama bulan Ramadhan dalam lima tahun terakhir, katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menunjukkan kecenderungan penurunan yang cukup konsisten.
Selama Ramadhan 2021, dia memaparkan, harga Bitcoin turun 21,71 persen, diikuti penurunan sebesar 16,00 persen pada 2022, kemudian turun sebesar 3,73 persen pada 2023, dan kembali terkoreksi sebesar 4,14 persen pada 2024.
"Setiap tahun, kami mengamati pola bahwa minat investor ritel terhadap kripto sedikit berkurang selama bulan Ramadhan, yang dapat menyebabkan tekanan jual lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa faktor ini sering kali diperkuat oleh tren historis yang menciptakan ekspektasi penurunan harga di kalangan investor, sehingga meningkatkan aksi ambil untung sebelum Ramadhan tiba.
Namun, memasuki Ramadhan 2025, pasar kripto menghadapi dinamika yang berbeda dimana Bitcoin sempat mengalami lonjakan hingga delapan persen dalam satu hari, kembali ke level 90.000 dolar AS setelah sebelumnya sempat merosot ke bawah 80.000 dolar AS. (end/ant)