03555215
IQPlus, (5/2) - Delegasi Indonesia membahas hal-hal yang harus diprioritaskan dalam tata kelola pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di forum global yang diselenggarakan oleh AI Advisory Body, badan penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi tata kelola AI.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria dalam forum itu menyampaikan tiga aspek yang dibutuhkan dalam tata kelola AI, yakni keberlanjutan, tata kelola inovasi, dan optimalisasi pemanfaatan.
"Pemerintah Indonesia sangat serius terhadap perkembangan dan pemanfaatan AI. Hal ini sejalan dengan temuan AI Advisory Body mengenai masih adanya kekurangan dalam tata kelola AI secara global," kata Nezar dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan pesan yang sama dalam sesi Ministers. Closed Consultations on the Interim Report of the UNSG.s High Level Advisory Body on AI yang berlangsung di Brdo Congress Center, Slovenia, pada Minggu (4/2) waktu setempat.
Nezar mengemukakan pentingnya tata kelola AI untuk mendukung upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan pada 2030, antara lain dalam upaya menjembatani kesenjangan digital dan pembangunan infrastruktur teknologi.
Menurut dia, Indonesia meminta Badan Penasehat AI dapat lebih intensif mencari lebih banyak perspektif dan minat global, khususnya dari negara-negara berkembang seperti negara-negara Selatan.
"Hal itu dimaksudkan sebagai sarana memungkinkan tata kelola AI internasional yang menyeimbangkan pengembangan dan penghargaan yang saat ini terkonsentrasi pada penggunaan AI di antara sejumlah kecil pelaku sektor swasta di sejumlah negara, seperti yang dinyatakan dalam laporan sementara," kata Nezar. (end)