34453845
IQPlus, (10/11) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan relaksasi pajak seperti insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bisa meningkatkan penjualan mobil di Indonesia.
Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam dihubungi di Jakarta, Selasa menyatakan hal tersebut karena pada masa pandemi COVID-19 kebijakan serupa diterapkan pemerintah, sehingga berdampak pada peningkatan penjualan mobil Toyota hingga 40 persen.
"Pengalaman pascaCOVID-19 kita bisa tumbuh sampai 30--40 persen, dan pajak yang diterima pemerintah (tax revenue) malah naik walaupun tax rate-nya diturunkan," katanya.
Adapun pada 2020 pihaknya membukukan penjualan ritel mencapai 182.665 unit atau 31 persen dari total pasar nasional.
Lebih lanjut, Bob menyatakan selain memberikan relaksasi pajak, hal lain yang bisa meningkatkan penjualan yakni kemudahan likuiditas kredit bagi level rumah tangga.
Menurut dia, apabila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, kredit rumah tangga Indonesia belum sesuai dengan produk domestik bruto (PDB).
"Kredit rumah tangga kita kecil sekali cuma 9 persen dari PDB, dibandingkan dengan Thailand yang sudah 26 persen dan Singapura yang di atas 50 persen," katanya. (end/ant)