INFLASI INTI SINGAPURA TURUN JADI 3,1% DI JANUARI 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 26 Feb 2024

05636455

IQPlus, (26/2) - Inflasi inti Singapura pada Januari turun sedikit menjadi 3,1 persen secara tahun-ke-tahun, didorong oleh kenaikan harga makanan dan jasa yang lebih kecil. Angka di Januari ini lebih rendah dari 3,3 persen di Desember. Namun, inflasi inti diperkirakan meningkat pada Februari, yang mencerminkan dampak belanja Tahun Baru Imlek.

"Setelah itu, inflasi inti akan kembali menunjukkan tren moderat secara bertahap selama sisa tahun ini karena tekanan biaya impor terus menurun dan pengetatan pasar tenaga kerja dalam negeri mereda," kata Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI), dikutip dari Channel News Asia, Senin, 26 Februari 2024.

Pada basis bulanan, inflasi inti naik sebesar 0,6 persen, sebagian disebabkan oleh kenaikan Pajak Barang dan Jasa (GST) sebesar satu poin persentase menjadi sembilan persen pada Januari. Inflasi inti, yang tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi pribadi, berada pada kisaran 3,2-3,3 persen selama tiga bulan terakhir, sejalan dengan ekspektasi pelonggaran bertahap.

Setelah mencatat angka tertinggi dalam 14 tahun sebesar 5,5 persen pada Januari dan Februari lalu, data resmi menunjukkan, inflasi inti rata-rata mencapai 4,2 persen untuk keseluruhan 2023.

Indeks harga konsumen utama, atau inflasi keseluruhan, mencapai 2,9 persen pada Januari dibandingkan dengan 3,7 persen pada Desember, disebabkan lebih rendahnya biaya akomodasi dan transportasi pribadi.

Inflasi akomodasi turun dari 4,1 persen di Desember menjadi 2,1 persen di Januari karena jumlah rabat Service & Conservancy Charges (S&CC) yang lebih besar dicairkan bulan lalu.

Inflasi transportasi swasta turun dari 5 persen pada Desember menjadi 2,9 persen pada Januari karena lambatnya laju kenaikan harga mobil, yang pada gilirannya mencerminkan lebih rendahnya premi COE. (end/ba)



Kembali ke Blog