01928234
IQPlus, (20/1) - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berencana menambah jumlah hotel yang dikelola, dari 39 hotel menjadi 106 hotel pada tahun 2026.
'Hotel, sekarang ini kami kelola 39, tapi tahun ini akan konsolidasi ke 106 hotel," ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam Press Conference bertajuk "4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia" yang digelar di Jakarta, Senin.
Maya menjelaskan bahwa saat ini, konsolidasi tersebut sedang dalam proses aksi korporasi dan masih dibahas dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara selaku pemegang saham InJourney.
Ia belum bisa mengungkapkan alasan konsolidasi hotel-hotel tersebut hingga 2-3 bulan ke depan. Akan tetapi, kata dia, yang diinginkan oleh InJourney adalah kegiatan bisnis yang sesuai dengan core business atau bisnis inti masing-masing perusahaan.
Misalkan, bandara yang fokus kepada bisnis bandara, sebagaimana hotel yang fokus pada bisnis hotel.
"Jadi, semua kami kembalikan sesuai dengan core business. Tujuannya supaya kami juga fokus terhadap bisnis dan melakukan business model yang fundamental dan berkelanjutan ke depan," ucap Maya.
Maya juga berambisi untuk membangun fondasi yang kuat bagi BUMN yang berada di dalam naungan InJourney. Dengan fondasi yang kuat, Maya meyakini BUMN akan menjadi perusahaan yang berkelanjutan.
"Kami harus membangun fondasi yang kuat agar BUMN di bawah InJourney bisa menjadi perusahaan yang kuat, sustainable, dan bisa berkompetisi dengan global benchmark lainnya," kata Maya.
Dalam kesempatan tersebut, Maya juga mengungkapkan akan meluncurkan hasil transformasi Grand Hotel De Djokja, sebagai hotel warisan yang berlokasi di Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peluncuran hotel tersebut diharapkan oleh Maya dapat menjadi ikon wisata baru pada 2026, sebab hotel tersebut memiliki nilai sejarah yang amat tinggi sejak tahun 1911. Jenderal Sudirman, kata dia, dahulu pernah menjadikan hotel tersebut sebagai markasnya.
"Ini adalah usaha kami, InJourney, untuk melestarikan budaya Indonesia. Kami ingin mengembalikan De Djokja ini seperti tahun 1911," ucap Maya. (end)