INVESTASI JABAR DITARGETKAN ALAMI KENAIKAN PADA TAHUN 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Jan 2024

02947753

IQPlus, (30/1) - Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekdaprov Jabar) Taufiq Budi Santoso mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Jabar pada tahun 2024 ini ditargetkan naik sampai dengan Rp250 triliun.

Karenanya, kataTaufiq, menjadi penting bagi pemerintah daerah untuk mendorong, memfasilitasi, dan menyiapkan iklim kondusif bagi investasi.

"Karena kalau kita lihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sebetulnya investasi itu bagian yang penting selain konsumsi pengeluaran pemerintah, kemudian juga ekspor dan impor," kata Taufiq, di Gedung Sate Bandung, Selasa.

Dalam usaha memuluskan pencapaian target investasi tersebut, Pemprov Jabar pada tahun 2024 ini menggenjot pembangunan dan pengoptimalan berbagai infrastruktur sebagai upaya dalam menarik investor dan mengembangkan investasi di Jabar.

"Sehingga ke depan, bagaimana menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi ini dengan infrastruktur yang ada, yang memang memiliki kualitas dan kapasitas yang baik, sehingga angkutan barang dan penumpang bisa berjalan dengan layak dan bisa mengakses lokasi pertumbuhan ekonomi," ujar Taufiq pula.

Sementara itu Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melaporkan realisasi investasi yang masuk dalam pembangunan Kota Nusantara, ibu kota masa depan Indonesia, hingga kini sekitar Rp47,5 triliun.

Realisasi investasi yang masuk dalam pembangunan Kota Nusantara sampai peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik baru tahap empat pada Januari 2024, jelas Kepala OIKN Bambang Susantono di Penajam, Senin, telah mencapai sekitar Rp47,5 triliun.

"Sepanjang 2023 realisasi investasi yang dicapai Rp41,4 triliun. Investasi bertambah Rp6,1 triliun hingga kini," ujarnya lagi. Realisasi investasi itu berasal dari investor swasta mencapai lebih Rp39,5 triliun, dan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekitar Rp8 triliun.

OIKN menargetkan investasi publik yang masuk dalam pembangunan Kota Nusantara hingga akhir 2024 lebih kurang Rp100 triliun, yang bisa berasal swasta maupun BUMN.

BUMN dan investor swasta yang telah bergabung terlebih dahulu dalam pembangunan Kota Nusantara, menurut dia, bisa menciptakan sentimen positif untuk menarik investor baru. (end/ant)

Kembali ke Blog