01449731
IQPlus, (15/1) - Investasi masuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Januari - September 2025 mencapai Rp70,43 triliun dengan serapan tenaga kerja 50.706 orang, sehingga aktivitas ekonomi ini membantu mengurangi jumlah pengangguran Kaltim pada Maret 2025 yang tercatat 5,18 persen.
"Sebanyak 50.706 tenaga kerja berasal dari investasi PMDN maupun PMA nonmigas dan non-pertambangan," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim Fahmi Prima Laksana di Samarinda, Kamis.
Rinciannya adalah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan serapan 35.728 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 19 tenaga kerja asing (TKA), kemudian asal Penanaman Modal Asing (PMA) dengan serapan 14.883 TKI dan 76 TKA.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Kaltim merupakan hal penting karena dapat berdampak langsung maupun tak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama kabupaten/kota yang menjadi lokasi investasi.
Semakin besar investasi yang masuk, makin besar pula pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan daerah, karena tiap adanya proyek maupun kegiatan usaha baru, maka akan membutuhkan berbagai kebutuhan pokok bagi lingkungan sekitar, termasuk lapangan kerja lokal yang turut terserap. (end/ant)