Jangan-jangan Saham di Portofolio Hari Ini Karena Hasil Scrolling Tadi Malam?

  • Artikel Edukasi
  • 24 Sep 2026

Sobat Genvest, pernahkah melihat fenomena sebuah saham FYP terus dan ramai dibicarakan di media sosial, lalu muncul rasa penasaran di dalam diri untuk ikut membelinya? Di era digital, informasi mengenai investasi semakin mudah untuk ditemukan. Berita pasar, konten edukasi, hingga rekomendasi saham dapat muncul dalam hitungan detik, di berbagai platform media sosial. Kemudahan ini tentunya bukan hanya membantu investor mendapatkan informasi dengan cepat dan bertubi-tubi, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan investasi.

Ketika sebuah saham sedang ramai dibicarakan, bukan berarti saham tersebut otomatis sesuai dengan tujuan dan profil risiko kita sebagai investor. Lantas, bagaimana dan sejauh apa media sosial dapat memengaruhi keputusan investasi?

Yuk Kita Pahami Dulu, Mengapa Saham Bisa Viral?

Saham dapat menjadi viral ketika banyak pengguna media sosial membicarakan, membagikan, atau membuat konten mengenai saham tersebut, sehingga algoritma akan berjalan secara otomatis hingga dapat sampai di beranda media sosial para investor termasuk para Sobat Genvest. Ketika informasi yang sama terus muncul di berbagai platform, perhatian investor pun tentunya akan meningkat. Namun, justru ini adalah sebuah sinyal ya, karena popularitas/ viralnya  suatu saham di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental maupun prospek perusahaan saham tersebut. Keputusan investasi yang hanya didasarkan pada popularitas atau tren dapat membuat investor mengabaikan berbagai faktor penting dalam menentukan pilihan investasi.

Saham Viral Dapat Mengakibatkan Herding Behavior…

Salah satu fenomena yang perlu diperhatikan adalah herding behavior, yaitu kecenderungan seseorang untuk mengikuti keputusan atau tindakan yang dilakukan oleh banyak orang.

Dalam konteks investasi, kondisi ini dapat terjadi ketika investor membeli suatu saham karena melihat banyak orang membicarakan atau membelinya, tanpa melakukan analisis terlebih dahulu. Melihat banyak orang membagikan keuntungan atau memberikan pandangan positif juga dapat menimbulkan persepsi bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan yang tepat untuk diikuti.

Padahal, setiap investor memiliki tujuan investasi, kondisi keuangan, dan toleransi risiko yang berbeda-beda. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada apa yang sedang populer, tetapi juga mempertimbangkan informasi dan analisis yang relevan.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli Saham yang Viral?

Sebelum ikut membeli saham yang sedang viral, Sobat Genvest dapat melakukan riset secara mandiri dengan mempertimbangkan kondisi:

  1. Perusahaan

  2. Kinerja keuangan

  3. Prospek bisnis,

  4. Risiko investasinya.

  5. Serta pastikan juga keputusan tersebut sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.

Selain itu, jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena sebuah saham sedang viral dan takut ketinggalan tren tersebut ya! Informasi di media sosial dapat menjadi titik awal untuk menambah wawasan, tetapi tetap penting untuk melakukan verifikasi dan memahami konteks informasi secara menyeluruh.

Ingat, Jangan Beli Hanya karena FOMO!

Media sosial dapat menjadi sumber informasi yang membantu investor menambah wawasan mengenai pasar modal. Namun, media sosial sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Menjadi investor bukan hanya tentang mengetahui saham apa yang sedang ramai, tetapi juga memahami mengapa kita memilihnya dan bagaimana mengambil keputusan investasi secara bijak.

Untuk memperluas pemahaman tentang investasi, Sobat Genvest dapat bergabung dalam kelas edukasi #PastiPahamInvestasi dari CGS International Sekuritas Indonesia. Beragam topik seputar pasar modal, saham, strategi investasi, dan pengelolaan keuangan akan dibahas untuk membantu Sobat Genvest membangun pengetahuan investasi secara lebih menyeluruh.

Karena, memahami investasi bukan hanya soal mengikuti saham yang sedang ramai, tetapi juga membekali diri dengan pengetahuan agar setiap pilihan dapat dipertimbangkan dengan lebih matang.

Kembali ke Blog