03426057
IQPlus, (4/2) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan penanganan jalan berlubang secara bertahap untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo di Karawang, Jawa Barat, Senin menyampaikan penanganan dan perbaikan jalan di ruas Tol Jakarta-Cikampek sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Ia mengakui tengah intensitas hujan yang masih cukup tinggi, JTT memastikan bahwa upaya perbaikan tetap dilakukan tanpa menghentikan operasional jalan tol yang setiap harinya menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi memang berdampak pada perkerasan jalan di beberapa titik. Namun, JTT menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda penanganan.
Menurut dia, perbaikan dilakukan secara bertahap, terukur, dan dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar jalan tol tetap dapat dilalui dengan aman.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, selama beberapa hari terakhir, JTT melaksanakan pekerjaan penanganan jalan pada 128 titik di Jalur A arah Cikampek dengan cakupan KM 28+800 hingga KM 63+580, serta 112 titik di Jalur B arah Jakarta dengan cakupan KM 73+750 hingga KM 11+650.
Selain itu, JTT juga melakukan penanganan pada 204 titik di Jalur A dengan cakupan KM 02+250 hingga KM 46+250, serta 154 titik di Jalur B arah Jakarta dengan cakupan KM 57+550 hingga KM 07+200.
Seluruh titik yang telah diperbaiki, katanya, itu tetap berada dalam pemantauan intensif melalui inspeksi lapangan rutin, guna memastikan kondisi jalan tetap laik dan aman dilintasi.
Kemudian pada Senin (2/2), JTT kembali melanjutkan pekerjaan patching pada 47 titik di Jalur A arah Cikampek (KM 24+000 hingga KM 66+570) dan 40 titik di Jalur B arah Jakarta (KM 44+700 hingga KM 02+700).
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pengamanan sesuai standar operasional serta pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi untuk meminimalkan dampak terhadap kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Disebutkan, JTT memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan. Karena itu, selain melakukan perbaikan, JTT juga menyiagakan personel operasional di lapangan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat jika ditemukan kondisi jalan yang memerlukan penanganan lanjutan.
"Perbaikan tetap kami lakukan meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan lalu lintas yang padat. Jalan tol harus tetap beroperasi, dan di saat yang sama keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikompromikan. Inilah keseimbangan yang terus kami jaga," katanya. (end)