02543206
IQPlus, (26/1) - Para pejabat tinggi Jepang mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat mengenai nilai tukar mata uang asing, tetapi menolak untuk mengkonfirmasi laporan berita tentang pengecekan suku bunga yang menyebabkan yen melonjak tajam.
Yen telah melonjak sejak Federal Reserve New York dilaporkan melakukan pengecekan suku bunga pada hari Jumat, membuat investor waspada terhadap risiko intervensi mata uang gabungan AS-Jepang pertama dalam 15 tahun.
"Kami akan terus berkoordinasi erat dengan otoritas AS sesuai kebutuhan, berdasarkan pernyataan bersama Jepang-AS yang dikeluarkan pada September tahun lalu, dan akan merespons dengan tepat," kata diplomat mata uang Jepang, Atsushi Mimura, kepada wartawan Senin pagi.
Pernyataan bulan September tersebut menegaskan kembali komitmen kedua negara terhadap nilai tukar yang ditentukan pasar, sekaligus menyepakati bahwa intervensi valuta asing harus dikhususkan untuk mengatasi volatilitas yang berlebihan.
Para pejabat Jepang mengatakan bahwa ini menandai konfirmasi tertulis pertama dari AS tentang hak untuk melakukan intervensi jika terjadi volatilitas yang berlebihan.
Kemudian pada hari Senin, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah memantau pasar valuta asing dengan saksama "dengan rasa urgensi."
Ketika ditanya tentang kemajuan koordinasi dengan Amerika Serikat, Katayama juga merujuk pada pernyataan bersama Jepang-AS: "Saya yakin kami menanggapi sesuai dengan pernyataan tersebut."
Baik Katayama maupun Mimura tidak berkomentar tentang kemungkinan intervensi pasar terkoordinasi oleh kedua pemerintah.
Mereka juga menolak berkomentar tentang laporan pemeriksaan suku bunga pada hari Jumat yang menyebabkan yen tiba-tiba melonjak terhadap dolar AS. "Tidak ada yang bisa saya bicarakan," kata Katayama.
Partisipasi AS dalam intervensi mata uang sangat jarang terjadi, dengan intervensi terakhir dilakukan pada Maret 2011, ketika AS bergabung dengan negara-negara lain dalam intervensi terkoordinasi untuk melemahkan yen setelah gempa bumi dahsyat di Jepang. (end/Reuters)