01946917
IQPlus, (20/1) - Lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang, JICA (Japan International Cooperation Agency) membiayai pembangunan MRT Fase 2 Thamrin-Kota lewat skema pendanaan tiga pihak atau "tri-sub-driver agreement".
"Nanti JICA akan langsung membayar kepada kontraktor secara langsung. Ini yang kita namakan dengan tri-sub-driver agreement," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat di kawasan Harmoni Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan saat peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lintas Utara-Selatan.
Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
"Tri-sub-driver agreement" adalah skema kerja sama tiga pihak, yakni pemberi pinjaman JICA, pemilik proyek (pemerintah/BUMD) dan kontraktor.
Pembayaran proyek dilakukan langsung oleh JICA kepada kontraktor berdasarkan perkembangan dan realisasi pekerjaan yang telah diverifikasi.
Tuhiyat mengatakan, nantinya jika posisi pembangunan sudah selesai maka akan diketahui total pengeluaran.
Dalam pembangunan ini tentunya terkait biaya masih di tahap koreksi hingga verifikasi agar proyek bisa berjalan secara efisien.
"Yang jelas dari kami adalah bagaimana kami melakukan koreksi, bagaimana kami melakukan verifikasi untuk bisa proyek ini efisien. Itu kira-kira," katanya.
Kemudian, Stasiun Bundaran HI hingga Kota akan menambahkan delapan kereta (trainset) dan 14 kereta di Ancol di Depo MRT.
Pemerintah Provinsi DKI dan MRT Jakarta melaksanakan peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lin Utara-Selatan.
Panjang jalur dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota sekitar 5,8 kilometer dengan jarak antarstasiun mulai dari 0,6 kilometer sampai dengan satu kilometer.
Fase 2A ini akan membangun tujuh stasiun, meliputi Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Seluruh stasiun terletak di bawah tanah dengan kedalaman mulai dari 17 meter hingga 36 meter di bawah tanah. (end/ant)