KEMENDAG AJAK PELAKU USAHA MANFAATKAN PELUANG DI TENGAH TANTANGAN SEKTOR SAWIT

  • Info Pasar & Berita
  • 11 Okt 2024

28452477

IQPlus, (11/10) - Di Tengah tantangan ekspor di sektor sawit, terutama dari Uni Eropa, Kementerian Perdagangan mengajak para pelaku usaha tetap optimistis dengan memanfaatkan berbagai peluang permintaan produk turunan sawit yang datang dari berbagai negara. Tren permintaan produk turunan sawit seperti kosmetik berbasis sawit, oleokimia, biodiesel terus meningkat.

"Para pelaku usaha harus memanfaatkan peluang yang muncul di tengah tantangan yang dihadapi produk sawit Indonesia. Tidak jarang peluang yang muncul nantinya dapat pula meningkatkan daya saing produk di pasar global," tegas Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Dandy Satria Iswara, dalam acara temu wicara bertema "Peluang dan Tantangan Pasar Sawit Indonesia di Dunia Internasional" di Tangerang, Banten, Kamis (10/10).

Bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kegiatan ini dihadiri Perwakilan Perdagangan RI dari berbagai negara di dunia. Kegiatan dilaksanakan di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 2024 yang berlangsung pada 9.12 Oktober 2024.

Dandy menuturkan, salah satu tantangan di sektor sawit adalah regulasi baru dari Uni Eropa yangdikenal sebagai European Union Deforestation Regulation (EUDR). Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi deforestasi global dengan mengatur impor komoditas yang dianggap berkontribusi pada deforestasi, termasuk sawit, sehingga eksportir diminta untuk bisamemastikan keterlacakan dari produknya.

"Pada 2022, produk turunan sawit Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan di beberapa pasar seperti Filipina, Arab Saudi, dan Turki," tandas Dandy.

Untuk menjaga daya saing di pasar global, pemerintah meningkatkan penerapan standar keberlanjutan. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan standar mutu sawit berkelanjutan yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil(ISPO). Standar baru ini bertujuan untuk memastikan produk sawit Indonesia memenuhi standar, prinsip, dan kriteria pengolahan bisnis kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Langkah-langkah pemerintah ini diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan yang ada, meningkatkan akses pasar ke negara-negara yangsemakin peduli pada keberlanjutan, serta membuka pasar baru untuk produk sawit dan turunannya," imbuh Dandy. (end)



Kembali ke Blog