28441030
IQPlus, (11/10) - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) terus mendorong implementasi sertifikasi International Organization of Legal Metrology Certification System (OIML-CS).
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk alat ukur. Selain itu, penerapan sertifikasi inidiharapkandapat membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) PKTN Rusmin Amin saat membuka seminar bertajuk "Peningkatan Daya Saing Produk Alat Ukur Dalam Negeri Melalui Kebijakan Sertifikasi OIML" yang digelar pada Kamis,(10/10) di Kabupaten Tangerang, Banten.
Seminar ini diselenggarakan di sela-sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 dengan dihadiri 50 ekshibitor.
"Kementerian Perdagangan terus mendorong implementasi sertifikasi OIML-CS untuk meningkatkan kualitas produk alat ukur dalam negeri. Hal tersebut dilakukanguna meyakinkan konsumen akan kualitas produk yang ditawarkan. Selain itu, penerapan sertifikasi ini diharapkandapat membuka akses yang lebih luas ke pasar global," ujar Rusmin.
Rusmin mengungkapkan, implementasi sertifikasi OIML-CS merupakan salah satu langkah agar produk alat ukur yang dihasilkan industri dalam negeri memenuhi standar internasional. Langkah inisekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah untukmenciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan industri alat ukur di Indonesia.
Rusmin menekankan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang aman dan nyaman bagi perkembangan industri alat ukur dalam negeri.
Di samping itu, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas lembaga sertifikasi dan laboratorium pengujian yang ada di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan OIML. Dengan demikian, proses sertifikasi dan pengujian yang dilakukan terhadap produk alat ukur dalam negeri benar-benar diakui secara global.
"Perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini telah membawa perubahan di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan. Salah satu tantangannya adalah memastikan produk alat ukur buatan dalam negeri mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Persaingan yang semakin ketat menuntut kita untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk," terang Rusmin. (end)