03239597
IQPlus, (2/2) - Indonesia mengajak negara anggota G20 untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong perdagangan dan investasi guna mengatasi berbagai tantangan ekonomi global dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi negara G20 sangat diperlukan untuk menemukan solusi yang efektif dan tepat sasaran dalam skala global. Untuk itu, Presidensi G20 Brasil 2024 dalam Trade and Investment Working Group (TIWG) menjadi forum tepat dalam mendorong negara anggota untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, nondiskriminatif, dan berkelanjutan.
Dalam siaran pers Kemendag (1/2) disebutkan Hal ini disampaikan Direktur Perundingan Antarkawasan dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Reza Pahlevi Chairul dalam Pertemuan Pertama TIWG Presidensi G20 Brasil 2024 yang berlangsung secara virtual pada 29.30 Januari 2024. Pada pertemuan ini, Reza mewakili Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono selaku Kepala Delegasi Indonesia G20 TIWG Indonesia.
"Indonesia mengharapkan rangkaian pertemuan G20 TIWG Presidensi Brasil 2024 dapat memberikan panduan bagi dunia dalam memperkuat sistem perdagangan multilateral. Selaras dengan inisiatif Presidensi Brasil, Indonesia berupaya untuk mendorong sistem perdagangan multilateral yang lebih inklusif dan adil sebagai salah satu solusi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan,"ujar Reza.
Tahun ini Presidensi G20 Brasil mengusung tema .Building a Just World and Sustainable Planet.. Tema ini mengandung ajakan bagi anggota G20 untuk memberikan solusi nyata bagi kesenjangan sosial, kelestarian lingkungan, dan perubahan iklim. Khususnya, di tengah situasi ekonomi dunia yang mengalami berbagai tantangan seperti disrupsi rantai pasok, serta kenaikan harga pangan dan energi yang diperburuk dengan situasi geopolitik.
Pelaksanaan Presidensi G20 Brasil mengangkat empat isu prioritas. Pertama, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Kedua, peningkatan peran wanita dalam perdagangan internasional. Ketiga, mendorong integrasi dimensi pembangunan berkelanjutan dalam perjanjian investasi internasional. Keempat, reformasi WTO dan penguatan sistem perdagangan multilateral.Reza mengungkapkan,isu pertama yang didorong Brasil pada TIWG merupakan kelanjutan dari capaian Presidensi Indonesia 2022. Isu ini menitikberatkan peran perdagangan sebagai mesin pertumbuhan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam tiga dimensi yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
"Hambatan perdagangan bukan instrumen untuk mengatasi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Negara G20 harus memastikan kebijakan terkait lingkungan dan iklim tidak menjadi hambatan dalam perdagangan,"jelas Reza. (end)