33856553
IQPlus, (4/12) - Kementerian Perhubungan menyiapkan kebijakan strategis dan rencana mitigasi bencana untuk angkutan Natal - Tahun Baru 2024/2025 guna mendukung kelancaran serta animo masyarakat dalam bepergian.
"Mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang berpotensi mengakibatkan kemacetan, penumpukan pada simpul-simpul transportasi, isu keselamatan dan antisipasi perubahan cuaca pada masa angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, maka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah kebijakan strategis dan rencana mitigasi bencana," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Jakarta, Rabu.
Untuk sektor angkutan darat berupa penyediaan kantong parkir dan buffer zone pada akses ke pelabuhan penyeberangan, pemberlakuan delaying system, pemberian izin insidentil Perusahaan Otobus, pemberlakuan contraflow, kategorisasi kondisi antrean di pelabuhan penyeberangan.
Kemudian sektor angkutan laut berupa penyiapan kapal navigasi dan kapal patroli untuk tanggap darurat kejadian luar biasa, penyiapan protokol tanggap darurat penanganan kejadian tidak terduga, dan penyediaan buffer area dalam kawasan pelabuhan serta penyiapan pelabuhan alternatif.
Selanjutnya untuk sektor angkutan udara berupa informasi dan koordinasi penanganan dampak aktivitas vulkanik, kategorisasi kompensasi dan ganti rugi keterlambatan penerbangan, penanganan kemacetan traffic darat pada akses ke bandara, dan operasional bandara selama 24 jam pada masa Natal - Tahun Baru 2024/2025.
Untuk sektor angkutan kereta api berupa penyelenggaraan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) beserta personel dan sarana standby, kesiapan Alat Material untuk Siaga (AMUS) pada beberapa titik, dan sosialisasi serta penyiagaan personel Kemenhub pada perlintasan sebidang yang rawan macet dan rawan longsor. (end/ant)