28828116
IQPlus, (15/10) - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat hingga Juli 2024 sebanyak 25,5 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah bertransformasi dan masuk ke dalam ekosistem digital.
Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa digitalisasi yang dilakukan antara lain optimalisasi penggunaan e-katalog dan media sosial bagi pelaku usaha mikro.
Kemudian, optimalisasi e-commerce lokal dan homogen bagi pelaku usaha kecil, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.
Dia menjelaskan bahwa transformasi digital UMKM ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya perdagangan digital, melainkan harus membanjiri lokapasar-lokapasar (marketplace) yang ada dengan produk-produk UMKM dalam negeri.
Siti Azizah menambahkan bahwa digitalisasi yang digalakkan tidak hanya sebatas pada pemasaran online, tetapi juga berbagai aspek bisnis UMKM lainnya, mulai dari produksi, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pembayaran.
"Kami mendapatkan data bahwa hingga saat ini terdapat 32 juta merchant telah terdaftar sebagai pengguna QRIS, di mana 95 persen adalah pelaku UMKM," kata dia.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) juga menyatakan bahwa sejak 2021 hingga 2024, kementerian telah memfasilitasi 642 wirausaha dan startup untuk mendapatkan pembiayaan dengan jumlah pencairannya sebesar Rp195,1 miliar.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pembiayaan tersebut diperoleh dari sumber-sumber non-perbankan seperti modal ventura, angel investor, dan security crowdfunding. (end/ant)