06426063
IQPlus, (5/3) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar pada industri pengolahan dan industri pelumas karena besarnya pasar yang dimiliki.
Dalam upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur gemuk Shell Indonesia di Jakarta, Senin, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang besar mengingat negara ini merupakan populasi terbesar keempat di dunia, dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat.
Kondisi ini, lanjut dia, mendorong permintaan yang tinggi untuk produk pelumas dan produk olahan lainnya di dalam negeri.
Emmy memaparkan bahwa investasi sektor industri pengolahan di Indonesia mencapai Rp162,3 triliun pada triwulan ke-4 tahun 2023. Angka ini menunjukkan kenaikan 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022.
Sektor industri pengolahan juga berkontribusi sebesar 44,4 persen terhadap total investasi Indonesia pada triwulan ke-2 tahun 2023 yang mencapai Rp365,8 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan daya tarik investasi dengan besarnya pasar yang dimiliki, sumber daya alam yang melimpah, pertumbuhan ekonomi, dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait untuk melaksanakan regulasi pemerintah," tutur Emmy. (end)