18755376
IQPlus, (7/7) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan anggaran sebesar Rp3,984 triliun pada tahun 2026, terdiri dari anggaran tambahan Rp2,05 triliun dan pagu indikatif awal Rp1,936 triliun yang digunakan untuk menjalankan program prioritas pemajuan industri nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rapat bersama dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin menjelaskan, tambahan anggaran sebesar Rp2,05 triliun tersebut ditujukan untuk membiayai 255 kegiatan strategis.
"Kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp2,05 triliun ini untuk membiayai pelaksanaan berbagai macam program," kata dia.
Dijelaskan dia, kegiatan utama yang diusulkan dalam tambahan anggaran itu yakni untuk penyelenggaraan pameran industri internasional INNOPROM di Rusia, karena Indonesia dalam ajang itu menjadi negara mitra (partner country), dan membutuhkan biaya Rp300 miliar.
Selanjutnya, restrukturisasi mesin/peralatan industri Rp180,8 miliar, penguatan pertumbuhan wirausaha baru industri kecil menengah (IKM) Rp133,8 miliar, dan penyelenggaraan pendidikan tinggi serta menengah vokasi industri Rp87,4 miliar.
Agus juga menyatakan pihaknya optimistis bahwa industri kecil menengah (IKM) memiliki peluang besar untuk mewujudkan dekarbonisasi industri dan mengakselerasi tercapainya karbon bersih (Net Zero Emissions/NZE) pada 2050.
Menurut dia, hal tersebut karena IKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang tercermin dari jumlah IKM sebanyak 4,52 juta unit usaha atau 99,7 persen dari total keseluruhan industri di Indonesia.
"Selain itu, sektor IKM telah menyerap tenaga kerja hingga 13 juta orang, atau setara 65,5 persen dari total keseluruhan tenaga kerja di sektor industri nasional," kata dia di Jakarta, Senin. (end/ant)